Sun, Jul 24th 2011, 08:08
Hantu Penunggu Rumpun Bambu
-
Cerpen
Kampung Meurandeh mencekam di malam hari, sejak tersiar kabar ada hantu yang keluar dari rumpun bambu selepas Maghrib. Bahkan setelah beberapa orang yang mengaku pernah melihat hantu itu, membuat warga kampung semakin percaya bahwa rumpun bambu yang terletak di ujung kampung itu benar-benar dihun...
Sun, Jul 17th 2011, 08:10
Menghitung Hari di Samudera
-
Cerpen
Birunya langit terhampar dengan gulali putih yang bergerombol, namun tak surutkan lidah matahari menjilati ubun-ubun. Ke mana mata memandang hanya biru, tak di atas tak di bawah. Biru tak berujung. Di atas ada langit dan di bawah ada samudera luas. Kami terhanyut dalam gelombang di arus lau...
Sun, Jul 10th 2011, 08:09
Duka Fatimah
-
Cerpen
Fatimah gila. Isu itu sudah menyebar ke pelosok kampung. Lima tahun sudah berlalu dia masih duduk terpaku dengan muka lesu. Berbicara sendiri bahkan tertawa kemudian menangis. Rambutnya sudah sebulan terakhir ini tidak mengenal sisir. Bajupun tak berganti. Dia hanya duduk menyendiri di muka...
Sun, Jul 3rd 2011, 08:08
Kembali ke Asal
-
Cerpen
Pada suatu hari, ada seorang tamu yang datang ke rumah Pak Zulkarnaen. Namanya Tgk Sulaiman. Sang tamu orang yang sekampung dengannya. Selain sebagai petani sawah, di kampungnya Tgk Sulaiman juga merangkap sebagai guru mengaji yang setiap malam mengajar anak-anak Alquran dan hukum agama. It...
Sun, Jun 26th 2011, 08:50
Pencuri Kambing
-
Cerpen
DUA pemuda mantan pencuri kambing duduk di balai jaga. Akrab sekali. Mereka saling tatap muka. Merokok pula. Mereka berlomba-lomba membentuk asap seperti huruf “O”. Siapa yang bulatannya bertahan lama, “dialah yang bakal dipilih!” ujar Sulaiman pada Hasballah. Mereka ingin mencalonkan diri sebaga...
Sun, Jun 19th 2011, 10:14
Merenda Jasad
-
Cerpen
MEREKA berlarian tanpa arah yang jelas. Caci maki dan sumpah serapah saling tumpang tindih ketika lorong-lorong sempit itu tidak mampu menampung langkah-langkah mereka. Menyeruak gelisah oleh getar ketakutan. Tangis yang tadinya tertahan, tumpah dalam jeritan dan kehisterisan. Gaung kepedihan dan...
Sun, Jun 12th 2011, 07:57
Bapak yang Tersenyum Saat Mendongeng
-
Cerpen
Bagai memasuki lelorong waktu, wajah-wajah itu kembali menguraikan kisah demi kisah, mengundang ingatan lama, menerobos sekat kealpaan, dan menjelma menjadi semacam tugu peringatan. Malam ini dan hari-hari berikutnya, mungkin aku akan terus mengingatnya. Mengingat pernyataan-pernyataan yang santu...
Sun, Jun 5th 2011, 08:04
Menemu Takdir
-
Cerpen
Jika hidup tak lagi setegar karang, apa yang hendak dikata bersebab semua telah tergelincir dalam asa. Seolah tak lagi ada bangga, kini aku serupa bintang di pojok rembulan yang terkena luka. Sempat terpikir olehku untuk tak lagi kembali pulang, sebab pulang ke kampung halaman sama saja menggurat...
Sun, May 29th 2011, 08:06
Di Bawah Pokok Rumbia
-
Cerpen
SUDAH 12 tahun berlalu, Emak belum bisa melupakan kejadian itu. Pada pagi yang dingin, Bumi masih temaram, embun belum sepenuhnya dilumat mentari. Separuh hidup Emak hilang bersama letupan itu.Hingga kini tiap usai bersembahyang Subuh, seakan peristiwa itu selalu terulang. Emak tak kuat mengusir ...
Sun, May 22nd 2011, 08:19
Semangka Kuning
-
Cerpen
Po Ramlah belum sanggup menyekolahkan satu pun dari kelima anaknya. Kini dia bercita-cita, setidaknya Rasimah si bungsu bisa menjadi pegawai negeri sipil. Janda itu berpikir perempuan muda masa kini yang berstatus PNS akan dengan mudah mendapat calon suami. Tak perlu dinanti, si calon...