Mon, Aug 1st 2011, 10:31
Tiga Tewas, Empat Hilang
* Musibah di Laut dan Aliran Sungai
MEULABOH - Duka menyelimuti sejumlah objek wisata di Aceh Barat dan Nagan Raya, Minggu kemarin. Enam orang dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi, dua di antaranya ditemukan tewas, empat lainnya masih dicari. Sedangkan di Bireuen, seorang pemuda ditemukan tewas setelah hilang saat mandi-mandi di Pantai Kuala Raja, Sabtu (30/7) sore.
Di Aceh Barat, musibah terjadi di Objek Wisata Pantai Barat, Desa Suak Ribee, Meulaboh. Suasana di pantai tersebut pada Minggu kemarin dilaporkan ramai pengunjung yang menikmati hari libur menjelang puasa.
Di antara ratusan warga yang mandi-mandi, termasuklah tiga bersaudara, yaitu Monalisa (17) bersama adiknya, Sarah (11) dan adik sepupunya, Ayu Liansih (14).
Ketika sedang asyik mandi-mandi, tiba ketiga anak baru gede (ABG) ini diseret arus, dan sempat terlihat mereka minta tolong. Suasana pun mendadak panik.
Anggota keluarga korban yang berada di sekitar lokasi kejadian juga histeris dan nyaris menceburkan diri ke laut untuk membantu korban. Tetapi aksi nekat itu berhasil dicegah pengunjung lainnya.
Bala bantuan dari SAR, Meulaboh Rescue, Satgas RAPI, dan masyarakat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, sekitar pukul 16.15 WIB, seorang korban bernama Monalisa ditemukan. Dari bagian hidung dan mulutnya mengeluarkan busa berwarna hijau bercampur putih. Perahu yang digunakan tim relawan untuk membawa tubuh korban ke pinggir laut sempat terbalik dihantam ganasnya ombak sehingga suasana semakin panik.
Nyawa korban tak bisa diselamatkan. Secepatnya jenazah Monalisas diboyong ke IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk kepentingan visum. Pencarian terhadap korban lainnya terus dilanjutkan. Namun hingga berita ini diturunkan tadi malam, nasib Sarah dan Ayu Liansih belum diketahui.
Korban Nagan
Di Kabupaten Nagan Raya, seorang pelajar SMP bernama Yono (18), warga Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Minggu (31/7) sore sekitar pukul 15.00 WIB dilaporkan hilang saat mandi di kawasan Pantai Wisata Seunagan, Desa Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir. Korban masih dalam pencarian.
Masih di Kabupaten Nagan Raya, pada waktu hampir bersamaan, Minggu (31/7) sekitar pukul 15.10 WIB seorang bocah bernama M Riza bin Jailani (7,5) warga Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, ditemukan tewas dalam kondisi mengapung di lokasi wisata DAS Krueng Isep, Kecamatan Beutong.
M Riza dilaporkan terseret arus ketika mandi bersama teman-teman beserta orangtuanya. Beberapa saat setelah menghilang, korban ditemukan tewas.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Heri Heriandi kepada Serambi mengatakan pihaknya telah menangani kedua kasus tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian. Sedangkan pencarian korban hilang di Pantai Seunagan, hingga tadi malam masih terus dilakukan.
Musibah Bireuen
Musibah tenggelam merenggut korban nyawa juga terjadi di Kabupaten Bireuen. Seorang pemuda bernama Ulil Amri bin Abdullah (22), warga Dusun Blok, Desa Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang ditemukan tewas, Minggu (31/7) pagi setelah hilang saat mandi-mandi di Pantai Kuala Raja, Sabtu (30/7) sore.
Menurut informasi, pada Sabtu sore itu, sekitar pukul 17.30 WIB, Ulil bersama rekan-rekannya bermain bola di pesisir Pantai Kuala Raja. Menjelang magrib, rekan-rekannya beranjak pulang, namun Ulil tak terlihat.
Pemuda itu diyakini tenggelam saat mandi-mandi, karena sendalnya ditemukan di pinggir pantai. Laporan menghilangnya pemuda itu merebak cepat. Ratusan warga ikut berbaur bersama tim pencari yang melibatkan nelayan dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen. Hingga sepanjang malam itu nasib Ulil belum diketahui.
Pada Minggu pagi kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB, seorang nelayan di kawasan itu melihat kaos oblong hitam tersangkut di batu penahan ombak. Tak jauh dari situ, terlihat sosok Ulil tersangkut di bebatuan penahan ombak. “Korban ditemukan tewas dalam keadaan tak berpakaian. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat bekas-bekas goresan yang diduga akibat terempas ke batu,” kata Azhari, seorang warga setempat.
Dari lokasi temuan, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. Kesedihan memancar jelas dari raut wajah Suryani (50), ibunda korban. (edi/yus)
Di Aceh Barat, musibah terjadi di Objek Wisata Pantai Barat, Desa Suak Ribee, Meulaboh. Suasana di pantai tersebut pada Minggu kemarin dilaporkan ramai pengunjung yang menikmati hari libur menjelang puasa.
Di antara ratusan warga yang mandi-mandi, termasuklah tiga bersaudara, yaitu Monalisa (17) bersama adiknya, Sarah (11) dan adik sepupunya, Ayu Liansih (14).
Ketika sedang asyik mandi-mandi, tiba ketiga anak baru gede (ABG) ini diseret arus, dan sempat terlihat mereka minta tolong. Suasana pun mendadak panik.
Anggota keluarga korban yang berada di sekitar lokasi kejadian juga histeris dan nyaris menceburkan diri ke laut untuk membantu korban. Tetapi aksi nekat itu berhasil dicegah pengunjung lainnya.
Bala bantuan dari SAR, Meulaboh Rescue, Satgas RAPI, dan masyarakat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, sekitar pukul 16.15 WIB, seorang korban bernama Monalisa ditemukan. Dari bagian hidung dan mulutnya mengeluarkan busa berwarna hijau bercampur putih. Perahu yang digunakan tim relawan untuk membawa tubuh korban ke pinggir laut sempat terbalik dihantam ganasnya ombak sehingga suasana semakin panik.
Nyawa korban tak bisa diselamatkan. Secepatnya jenazah Monalisas diboyong ke IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk kepentingan visum. Pencarian terhadap korban lainnya terus dilanjutkan. Namun hingga berita ini diturunkan tadi malam, nasib Sarah dan Ayu Liansih belum diketahui.
Korban Nagan
Di Kabupaten Nagan Raya, seorang pelajar SMP bernama Yono (18), warga Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Minggu (31/7) sore sekitar pukul 15.00 WIB dilaporkan hilang saat mandi di kawasan Pantai Wisata Seunagan, Desa Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir. Korban masih dalam pencarian.
Masih di Kabupaten Nagan Raya, pada waktu hampir bersamaan, Minggu (31/7) sekitar pukul 15.10 WIB seorang bocah bernama M Riza bin Jailani (7,5) warga Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, ditemukan tewas dalam kondisi mengapung di lokasi wisata DAS Krueng Isep, Kecamatan Beutong.
M Riza dilaporkan terseret arus ketika mandi bersama teman-teman beserta orangtuanya. Beberapa saat setelah menghilang, korban ditemukan tewas.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Heri Heriandi kepada Serambi mengatakan pihaknya telah menangani kedua kasus tersebut dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian. Sedangkan pencarian korban hilang di Pantai Seunagan, hingga tadi malam masih terus dilakukan.
Musibah Bireuen
Musibah tenggelam merenggut korban nyawa juga terjadi di Kabupaten Bireuen. Seorang pemuda bernama Ulil Amri bin Abdullah (22), warga Dusun Blok, Desa Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang ditemukan tewas, Minggu (31/7) pagi setelah hilang saat mandi-mandi di Pantai Kuala Raja, Sabtu (30/7) sore.
Menurut informasi, pada Sabtu sore itu, sekitar pukul 17.30 WIB, Ulil bersama rekan-rekannya bermain bola di pesisir Pantai Kuala Raja. Menjelang magrib, rekan-rekannya beranjak pulang, namun Ulil tak terlihat.
Pemuda itu diyakini tenggelam saat mandi-mandi, karena sendalnya ditemukan di pinggir pantai. Laporan menghilangnya pemuda itu merebak cepat. Ratusan warga ikut berbaur bersama tim pencari yang melibatkan nelayan dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen. Hingga sepanjang malam itu nasib Ulil belum diketahui.
Pada Minggu pagi kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB, seorang nelayan di kawasan itu melihat kaos oblong hitam tersangkut di batu penahan ombak. Tak jauh dari situ, terlihat sosok Ulil tersangkut di bebatuan penahan ombak. “Korban ditemukan tewas dalam keadaan tak berpakaian. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat bekas-bekas goresan yang diduga akibat terempas ke batu,” kata Azhari, seorang warga setempat.
Dari lokasi temuan, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. Kesedihan memancar jelas dari raut wajah Suryani (50), ibunda korban. (edi/yus)