Mon, Aug 1st 2011, 10:43

Tertipu Kupon Meugang

* Ratusan Warga Datangi Pendapa Wagub

BANDA ACEH - Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, Minggu (31/7) pagi berbondong-bondong ke rumah dinas (pendapa) Wagub Aceh di kawasan Blang Padang, Banda Aceh sambil membawa selembar kupon pengambilan daging meugang. Terakhir diketahui kupon itu merupakan bentuk penipuan yang sangat disesalkan oleh masyarakat maupun Wagub Muhammad Nazar.

Kehadiran ratusan warga dengan menggunakan sepeda motor, becak mesin, angkutan umum labi-labi tersebut sempat mengagetkan aparat keamanan maupun satpam yang bertugas di pendapa Wagub Aceh. Sejak pukul 09.00 WIB, warga terlihat antre sekitar 100 meter hingga ke gerbang pendapa. Di antara warga tersebut, ada yang mengaku datang dari kawasan berjarak puluhan kilometer dari Kota Banda Aceh, seperti Krueng Raya, Neuheun, Ujong Batee, dan Indrapuri.

Setelah sekitar dua jam mengantre sambil memegang kupon, akhirnya petugas pengamanan pendapa wagub menemui mereka. Dari petugas diperoleh keterangan bahwa Wagub Aceh Muhammad Nazar maupun tim pemenangannya, “Muhammad Nazar Center” (MNC) tak pernah mengeluarkan kupon meugang yang dibagi-bagikan kepada masyarakat.  “Setelah mendapat penjelasan dari polisi dan satpam pendapa, barulah kami sadar sudah tertipu. Ternyata Wagub Aceh atau MNC tidak pernah mengeluarkan kupon pembagian daging meugang ini,” ujar Humaira (39), seorang ibu dari Simpang Surabaya, Banda Aceh yang datang bersama anaknya menggunakan becak. Pantauan Serambi, setelah mendapat penjelasan dari pihak pendapa, akhirnya satu per satu warga kembali.

Penipuan
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi MNC, T Banta Syahrizal yang dihubungi Serambi menyebutkan, kupon pengambilan daging meugang yang mencatut nama MNC itu jelas-jelas penipuan, bahkan sehari sebelumnya, Sabtu (30/7) ada yang datang ke markas MNC di kawasan Jalan Mr Mohd Hasan, Banda Aceh.

Menurut Banta, MNC tidak pernah mengeluarkan apalagi menyebarkan kupon pengambilan daging meugang. “Wagub Aceh, Muhammad Nazar atau MNC tidak pernah mengeluarkannya. Itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” sebut Banta.

Bagi MNC, praktik penggalangan dukungan dengan pemberian paket dinilai sebagai budaya salah dalam upaya menggalang simpati rakyat. Bahkan, praktik semacam itu bertentangan keras dengan sistem pemilu bersih yang dijunjung tinggi. “Praktik penipuan seperti itu kami pandang sebagai upaya licik menjelang pilkada serta ada upaya merusak citra Muhammad Nazar dan MNC di mata publik Aceh. Ini bagian propaganda untuk menurunkan elektabilitas Muhammad Nazar. Cara yang dilakukan sangat sistemik,” kata Banta.

Banta menambahkan, sebulan lalu Tim MNC juga mendapat informasi ada orang yang mengaku tim pemenangan Muhammad Nazar mengumpulkan KTP dengan janji akan memberikan paket menjelang puasa dan lebaran.

Tim pemenangan Muhammad Nazar, menurut Banta, dalam melakukan penggalangan dukungan sangat menghindari janji-janji serta kompensasi bagi pendukungnya “Kami minta aparat keamanan untuk mengusut tuntas praktik propaganda politik yang merusak citra Muhammad Nazar dengan pembagian kupon palsu meugang ini,” pungkas Banta.(mir)


Muhammad Nazar:
Saya Dikerjain
BEREDARNYA kupon meugang dengan gambar saya, yang seolah-olah dikeluarkan oleh Tim Sukses (Timses) Muhammad Nazar Center (MNC), memang sempat merepotkan Timses saya. Sebab, sejak awal mereka bekerja dengan ikhlas dan tidak tahu menahu dengan kupon yang beredar bertepatan dengan momentum hari meugang itu.

Ini jelas ada aktor pelakunya. Saya merasa dikerjain. Tapi, syukur, dengan gerak cepat dan koordinasi mantap yang dibangun Timses MNC, pelaku dan pengedarnya sudah diketahui. Identitas nama dan alamatnya sudah kita ketahui dengan jelas dan berat dugaan adanya keterlibatan kandidat atau timses kandidat tertentu.

Setiap tahun, pada saat momentum meugang puasa, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, saya paling banyak menerima masyarakat yang datang meminta bantuan. Tapi kali ini, tiba-tiba ada yang aneh. Sebab, selain ada masyarakat yang datang sendiri, ada pula yang membawa kupon meugang.

Perlu diketahui bahwa setiap membantu masyarakat pada momentum-momentum itu, saya tidak pernah mengeluarkan atau mengedarkan kupon. Karena itu, kepada masyarakat bila mengetahui atau menerima hal-hal aneh seperti ini, hendaknya bisa segera mengkonfirmasikan kebenarannya.

Perbuatan membuat dan mengedarkan kupon meugang dengan mengatasnamakan Timses MNC itu, saya nilai sebagai satu permainan politik jahat dan kotor. Di satu sisi, pelakunya seperti ini mengerjai timses saya, tapi di sisi lain sesungguhnya mereka telah menganiaya dan membodoh-bodohi masyarakat.

Beranjak dari pengalaman yang tidak mengenakkan ini, saya ingin mengajak semua pihak termasuk para kandidat yang akan maju dalam Pilkada nanti, untuk berfikir, bersikap dan bertindak sehat. Tinggalkan cara-cara dan tingkah laku politik yang jahat dan kotor.

Kita semua mesti menumbuhkan dan membiasakan politik yang bermartabat dan berperadaban, agar bermanfaat masyarakat dan pembangunan. Ini hanya mungkin terwujud bila politik bebas dari politik uang (money politic), bebas dari teror, intimidasi, kekerasan, dan pembodohan.

Karena itu, sekali lagi saya tegaskan bahwa Timses MNC tidak pernah mengeluarkan kupon meugang seperti yang beredar dalam masyarakat. Untuk pengusutan lebih lanjut, Timses MNC sudah melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.(ask)